Dalam upaya menghijaukan kembali kawasan Tengger, kegiatan penanaman pohon yang diadakan di Jemplang menandai sebuah kolaborasi penting antara masyarakat setempat, lembaga pendidikan, dan Pelindo. Dengan bantuan 9.500 bibit pohon dari Pelindo, inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk pemulihan ekologis pasca-kebakaran di kawasan Bromo, tetapi juga menjadi simbol kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam pelestarian alam. Pelindo, melalui dukungan ini, memperluas program tanggung jawab sosialnya dari penghijauan di daerah pantai ke kawasan gunung, menegaskan komitmen mereka terhadap keberlanjutan lingkungan dan perekonomian bangsa.
Pagi itu, meski bukan hari libur, suasana Jemplang terlihat padat. Pertigaan yang bila mengambil arah kanan akan mengarah ke Desa Ranupani, dan kiri menuju lautana pasir Bromo, arus kendaraan merambat. Tampak puluhan petugas TNBTS menurunkan bibit pohon dalam polybag dari atas kendaraan operasional dan ratusan siswa SD berseragam olahraga training dan smp dalam kerumunan.
Dari Jemplang, gugusan gunung yang mencuat dari kaldera Tengger purba terlihat menghijau bak beludru. Demikian juga hamparan savanah memamerkan hijau dengan warna yang lebih segar. Hujan yang kerap mengguyur kawasan Tengger mempercepat pemulihan vegetasi setelah mengalami kebakaran yang dimulai pada 30 Agustus 2023 silam.
Berbeda dengan punggung gugusan gunung dan savanah, sejumlah luasan lahan di lereng gunung Bromo purba, tegakan pohon terlihat menghitam akibat kebakaran. Areal yang berada tak jauh dari kawasan Jemplang ini yang menjadi titik penghijauan.
Sedikitnya dua ratusan orang ikut dalam penanaman pohon di areal Jemplang. Selain dari pihak TNBTS sebagai pemangku kawasan, juga Forum Sahabat Gunung, dan utamanya adalah para siswa SD dan SMP yang ada di Desa Ngadas.

Zakaria Abdul Haris Kepala Sekolah SDN 1 Ngadas merangkap Kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang menjelaskan, bahwa partisipasi para siswa SD dan SMP ini untuk memberikan edukasi langsung dengan terjun ke lapangan. Sebagai pembelajaran agar para siswa lebih mencintai alam dengan ikut merawat lingkungan. “Lingkungan perlu dijaga, karena akan berpengaruh langsung bagi kehidupan mereka,” kata Haris kepada Hutan Hijau seusai penanaman pada Selasa (6/2/2024).
Selain melibatkan para siswa, kegiatan penanaman pohon ini mengikutsertakan orang tua wali murid SD. Para wali murid ini yang bertugas membuat lubang tanam, sementara para siswa yang menanam pohonnya.
Moch. Mahmudi dari Forum Sahabat Gunung yang mengkoordinir aksi penanaman berharap agar selain bisa membuat lebih rindang, pohon ini nantinya bisa menjadi tanggul penahan jika terjadi longsoran. Jalan di areal Jemplang merupakan jalur lintasan kendaraan jip yang mengantar wisatawan dari Malang turun ke lautan pasir Gunung Bromo.
Bibit pohon yang ditanam di kawasan ini adalah Kesek (Dodonaea viscosa) dan Tunjung (Homalanthus giganteus). Tanaman Kesek dan Tunjung yang dipilih, karena merupakan tumbuhan pioneer. “Lebih cepat pertumbuhannya sehingga saya berharap iklim mikro atau coverage areanya bisa lebih cepat,” kata Andi Zulkarnain, pegiat lingkungan dan pendamping masyarakat kawasan Tengger.
“Kami dibantu Pelindo sebanyak 9.500 pohon. Dari jumlah itu, disisakan sekitar 30% tanaman untuk penyulaman. Jika nanti ada yang mati, akan kita ganti dengan yang baru. Bahkan saat masuk musim kemarau, di areal tertentu karena kesulitan air, kita sudah siapkan infus agar tanaman tetap hidup,” terang Andi. Pada penanaman yang dilakukan sebelumnya di Wonokotri, Kabupaten Pasuruan, jenis pohon yang ditanam adalah cemara gunung (Casuarina junghuhniana). Menyesuaikan dengan kondisi atau habitat setempat.
Penghijauan dari Kawasan Pantai Naik ke Gunung
Bantuan bibit pohon dari Pelindo diserahkan secara simbolis kepada Forum Sahabat Gunung di Pendopo Agung Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (4/11/2023). ”Kami berterima kasih kepada Pelindo yang sudah peduli dengan kegiatan pelestarian alam di Bromo. Penyerahan bibit pohon ini luar biasa. Mungkin ke depan kami bisa menunjukkan, bahwa yang diberikan Pelindo ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Bromo,” kata Sismiko Ketua Forum Sahabat Gunung.

Penghijauan merupakan salah satu program tanggung jawab sosial Pelindo yang dilakukan di beberapa tempat. Biasanya dilakukan di daerah pantai dengan penanaman mangrove. Namun kali ini dengan memperhatikan peristiwa kebakaran yang melanda Bromo pada Agustus-September Tahun 2023, Pelindo memutuskan berkontribusi untuk menghijaukan kembali kawasan di TNBTS.
’’Acara hari ini dalam rangka mendukung penghijauan di Bromo. Kita tahu beberapa waktu yang lalu ada musibah di Bromo. Itu berpengaruh sekali pada kehidupan masyarakat di sini. Maka, kami turun ke sini untuk membantu.” kata Putut Sri Muljanto, Direktur Pengelola PT Pelindo
Pihak Pelindo menambahkan, bahwa Pelindo Group selalu concern dengan sustainability lingkungan. “Jadi, kami diminta untuk tetap sehat sekaligus memadukan program wellness ini dengan program untuk inisiatif penghijauan. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat jangka panjang. Inilah bentuk kepedulian kami kepada perekonomian bangsa secara tidak langsung,” kata M. Adji, Direktur Utama PT Pelindo Terminal Petikemas dalam keterangannya.



